Label

Minggu, 19 Oktober 2014

April Mob (Hari Pembantaian Kaum Muslim)

Astaghfirullahil Adzim....!! Inikah Sebenarnya Sejarah April Mob

Diantara kita khususnya kaum muslim mungkin pernah mendengar istilah "April Mob". Namun sebagian besar juga kemungkinan banyak yang tidak mengerti apa sebenarnya "April Mob" tersebut. Disini lagi-lagi Barat melakukan pengaburan sejarah karena orang Barat menjadikan "April Mob" sebagai bahan lelucon bahkan dirayakan sebagai hari dimana keisengan bebas dilakukan. Oleh karena itu saya akan mencoba menjelaskan apa "April Mob" itu sebenarnya.
Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.
Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.
Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.
Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.
Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur’an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.
Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.
Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.
Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.
Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.
Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.
Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari

sumber:
http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/april-mop-hari-dimana-umat-islam-dibantai.htm#.VER4bGewHMw

Bulen Madhureh



Penanggalan Bulen Madhureh (Madura)

Berawal dari ketika saya mendengar percakapan tetangga saya dengan tamunya yang membicarakan bulan Madhureh. Mereka membicarakan bulan Madhureh dikarenakan tetangga saya yang barusan mendapat musibah berupa kematian ibunya. Dalam tradisi orang Madura pada umumnya, apabila ada orang yang meninggal biasanya 40 hari setelah meninggal keluarganya. Mereka akan memperingatinya dengan  pembacaan surat Yasiin dan tahlil dengan mengundang tetangga dan sanak famili terdekat.
Dalam percakapannya tersebut mereka mendiskusikan pada hari dan tanggal berapa acara 40 hari tersebut akan dilaksanakan. Berhubung tetangga saya tersebut merupakan janda pensiunan PNS dan kurang begitu paham tentang penanggalan Madura, sedangkan menurut kebanyakan orang penghitungan biasanya menggunakan penanggalan bulan Madura. Maka dia menggunakan penghitungan untuk acara tersebut menggunakan penanggalan bulan Umum (Masehi). Namun, menurut tamunya tersebut dia seharusnya menggunakan penghitungan bulan Madhureh. Kemudian anak tetangga saya tersebut datang dan menanyakan apa yang sedang didiskusikan oleh ibunya dan tamunya tersebut. Setelah ibunya menjelaskan tentang apa yang mereka diskusikan, anaknya pun menjawab, “la padeh beih ngangghuy bulen Madhureh so bulen Gejien”. Yang artinya, “sama saja mau pake bulan Madura atau bulan Gajian (Umum)”.
Mendengar percakapan ketiga orang tersebut saya tertarik untuk mencari penjelasan mengenai penanggalan bulan Madhureh (Madura). Disini saya akan mencoba menjelaskan penanggalan bulan Madhureh (Madura) tersebut.
Penanggalan Madhureh pada prinsipnya adalah sama dengan penanggalan Jawa yang mana sangat kental dengan nuansa Islami karena menggunakan sistem penanggalan Qamariyah. Nama bulan yang ada dalam penanggalan Madhureh dan penanggalan Jawa sebagian menggunakan penanggalan Hijriah dengan nama-nama menggunakan bahasa Arab, namun sebagian menggunakan bahasa Sanskerta seperti pasa dan sura. Sedangkan nama Apit dan Besar berasal dari Bahasa Melayu dan Jawa. Dan ada juga penamaan bulannya yang berkaitan dengan hari-hari besar Islam seperti Mulud (Maulid Nabi pada bulan Rabi’ul Awal). Berikut tabel perbedaan antara nama-nama bulan dari penanggalan Hijriah, Jawa dan Madura:


No
Penanggalan Hijriah
Penanggalan Jawa
Penanggalan Madura
1
Muharram
Sorah
2
Safar
Sappar
3
Rabi’ul Awwal
Molod
4
Rabi’uts Tsani
Rasol
5
Jumadil Awwal
Mandhilawal
6
Jumadits Tsani
Mandhilaher
7
Rajab
Rejjeb
8
Sya’ban
Rebbe
9
Ramadhan
Pasah 
10
Sawwal
Tong Areh
11
Dzul Qo’dah
Apit (Dulkangidah)
Takepek
12
Dzul Hijjah
Besar (Dulkahijjah)
Rerajeh

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_Jawa

Contoh RPP



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Identitas lembaga         :  Madrasah Ibtidaiyah An-Nasyiin 
Mata pelajaran             : QURAN HADIST
Kelas/semester : 3/II
Materi pokok               : QS. Al-Qariah
Alokasi waktu             : 4 x 35 menit (2 x pertemuan)

A.    Kompetensi Inti (KI)
KI-1
Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
KI-2
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya.
KI-3
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
KI-4
Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

B.     Kompetensi Dasar dan Indikator
1.1 Menerima Q.S. al-Qari‘ah (101) dan at-Tiin (95) sebagai firman Allah SWT.
  1.2 Mengamalkan ajaran Q.S. al-Qari‘ah (101) dan at-Tiin (95)
  3.3 Mengenal Q.S. al-Qari‘ah (101) dan at-Tiin (95)
3.3.1 Mengartikan nama surat al-Qariah
3.3.2 Menyebutkan jumlah ayat surat al-Qariah
3.3.3 Menyebutkan tempat turunnya surat al-Qariah
4.1 Membaca Q.S. al-Qari‘ah (101) dan at-Tiin (95) secara benar dan fasih
            4.1.1 Melafalkan surat al-Qariah ayat per ayat secara benar dan fasih
            4.1.2 Mendemonstrasikan surat al-Qariah ayat per ayat secara benar dan fasih
4.2 Menghafalkan Q.S. al-Qari‘ah (101) dan at-Tiin (95)
            4.2.1 Menghafalkan surat al-Qariah ayat per ayat
            4.2.2 Mendemonsrasikan surat al-Qariah ayat per ayat secara benar dan fasih

C.  Tujuan Pembelajaran
·      Setelah mengikuti kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan peserta didik mampu mengenal, membaca dan menghafalkan suat al-Qariah melalui metode discovery learning dengan benar dan fasih.

D.    Materi Pembelajaran
Surat-surat pendek pilihan meliputi: QS. al-Qariah dan at-Tiin
1. Surat al-Qariah merupakan diantara surat yang di turunkan di kota Mekkah.
2. Surat al-Qariah menjelaskan tentang kejadian hari kiamat.
Adapun lafad surat al-Qariah sebagai berikut :

اَلْقَارِعَةُ {1} مَاالْقَارِعَةُ {2} وَمَاأَدْرَاكَ مَاالْقَارِعَةُ {3} يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِ {4} وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِ {5} فَأَمَّامَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهُ {6} فَهُوَ فِي عِيْشَتٍ رَّاضِيَةٍ {7} وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهُ {8} فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ {9} وَمَاأَدْرَاكَ مَاهِيَهْ {10} نَارٌحَامِيَةُ {11}.
E.  Metode dan Strategi Pembelajaran
·      Ceramah
·      Discovery learning. 
·      Teman sejawat.
·      Diskusi
·      Tanya jawab

F.   Media, Alat Pembelajaran dan Sumber Belajar
1.      Media
·           Tulisan ayat QS. Al-Qariah
·           Audio MP4 Quran
2.      Alat/Bahan
·           Papan tulis
·           Kertas karton
3.      Sumber Belajar
·           Buku Paket Quran Hadist 3
·           Juz `amma terjemah
·           Buku lain yang relevan

G.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I
1.    Pendahuluan  (10`)
·           Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam dan mengajak peserta didik berdo’a bersama.
·           Guru menyapa, memeriksa kehadiran, kerapian serta kesiapan peserta didik.
·           Guru melakukan pretest
·           Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan motivasi pada peserta didik.
2.    Kegiatan Inti (50`)
·           Mengamati
-       Peserta didik mengamati gambar/video ayat surat al-Qariah
-       Peserta didik menyimak audio pembacaan surat al-Qariah
·           Menanya
-       Peserta didik menanya hal-hal yang terkait dengan gambar/video dan cara membaca surat al-Qariah.
·           Mengeksplorasi
-       Peserta didik mencari cara membaca surat al-Qariah melalui menyimak audio.
-       Peserta didik aktif mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model discovery learning tentang cara membaca surat al-Qariah dengan langkah-langkah sebagai berikut:
-       Guru menempelkan gambar/tulisan ayat surat al-Qariah
-       Siswa berkelompok dan mendiskusikan cara membaca ayat surat al-Qariah.
·           Mengasosiasi
-       Peserta didik mampu menemukan cara membaca ayat per ayat surat al-Qariah.
·           Mengkomunikasikan
-       Setelah semua kelompok secara bergilir mempresentasikan, guru bersama peserta didik mengoreksi bersama.
3.        Penutup (10`)
·           Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi yang sudah dipelajari.
·           Guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran.
·           Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan membaca hamdalah dan mengakhiri pertemuan dengan ucapan salam.

H.    Penilaian
·         Penilaian sikap
·         Performance
·         Test Tulis

I.       Penilaian
a.       Jenis Penilaian Sikap

Fomat Observasi
Nama   :
Kelas   :
Semester          :

Peserta didik memberi beri tanda ceklist (√ ) pada kolom Ya  atau Tidak di bawah ini, guru mengarahkan peserta didik untuk memilih salah satu jawaban sesuai persepsi diri siswa.
No
Pernyataan
Prilaku
Selalu
Jarang
Tidak pernah
1
Setiap memulai belajar membaca doa



2
Setelah shalat membaca al-Quran



3
Membaca kalimah hamdalah setelah mengakhiri kegiatan



4
Membaca doa setelah shalat



5
Mengucapkan salam saat berjumpa teman




Ket. Skore:
o   Skore 3 apabila peserta didik berprilaku selalu
o   Skore 2 apabila peserta didik berprilaku jarang
o   Skore 1 apabila peserta didik berprilaku tidak pernah

b.       Jenis Penilaian    : Performance

Format Penilaian Performance (Baca dan Hafalan QS. Al-Qariah)
No
Nama siswa
Tajwid
Fashohah
Skore
Sempurna
Tidak sempurna
Lancar
Tidak lancar
1
M. Abidin





2
Siti Khoirah





3






dst














Keterangan skore:
o   Jika tajwid sempurna skore 2 dan apabila skore 1 tajwid tidak sempurna.
o   Jika fashahah lancar skore 2 dan apabila skore 1 fashahah tidak lancar.
o   Skore maksimal mendapatkan 8 point dan skore minimal 4 point.

c.        Jenis Penilaian    : Tes Tulis

Jawablah pertanyaan berikut!
1.      Jumlah ayat surat al-Qariah adalah … ayat.
2.      Surat al-Qariah turun di kota ….
3.      Surat al-Qariah dalam al-Quran menempati urutan ke ….
4.      Al-Qariah memiliki arti ….
5.      مَاالْقَارِعَهْ merupakan bunyi surat al-Qariah ayat ke ….

Kunci Jawaban
1.      6 ayat
2.      Kota Mekkah
3.      Ke 101
4.      Hari kiamat
5.      Ke 2
 
Mengetahui,
Kepala MI An- Nasyiin



---------------------------
NIP.

Pamekasan, 19 Oktober 2014
Guru Mapel Quran Hadits




........................................
NIP.